Judul               : PEMANFAATAN KREDIT DALAM BISNIS PAKAIAN

Tema               : KIAT PEMASARAN BISNIS PAKAIAN

Penulis             : Hanslim Janitra Lauw

Tahun              :2009

A. LATAR BELAKANG

Usaha penjualan pakaian skala kecil dengan modal terbatas, harus mencari jenis barang yang cepat laku. Terlepas dari melakukan pinjaman tanpa jaminan atau tidak, indikasi cepat laku adalah kalau barang itu sering berganti atau cepat habis. Usaha pakaian memang waktu lakunya lama, dibandingkan dengan jualan makanan. Oleh sebab itu ada dua alternatif hal yang dapat dipilih yaitu memilih produk pakaian yang mahal agar dapat keuntungan besar, atau memilih produk yang murah dengan keuntungan kecil, tetapi pembeli terus menerus membeli. Mengingat keterbatasan modal, maka pilihan jatuh pada penjualan produk yang murah dengan konsekuensi putaran sediaannya harus cepat.

Produk-produk yang cepat ganti dan murah, dapat meliputi daster, celana dalam, bra, dan pakaian anak. Pakaian anak sangat cepat ganti, karena anak tumbuh berkembang, begitu sudah kesempitan perlu diganti dengan baju yang baru. Mungkin bisa juga dengan jilbab anak. Walaupun sudah memilih toko baju dengan produk yang cepat laku, promosi tetap harus dilakukan tapi pada dasarnya promosi yang canggih tidak diperlukan. Yang penting dalam menjual harus ramah, mudah memuji ke konsumen, dan tempat diusahakan bersih. Prinsipnya promosi harus sesedikit mungkin mengeluarkan biaya, dan semua pelanggan dianggap sama. Misalnya semua harga adalah tetap, tidak boleh ditawar. Penawaran terjadi bila membeli dalam jumlah banyak. Misalnya meminta diskon 10%, bila membeli secara grosir bukan retail.

B. MASALAH

Karena usaha masih dalam skala kecil maka penjualan kredit harus dihindari, diusahakan kalau bisa cash. Memberikan kredit pada satu orang sama dengan memberikan kredit pada semua orang. Bila tidak bisa cash, berarti harus kredit dengan harga sama untuk semua orang. Selisih harga kredit dan cash tidak boleh terlalu besar, kalau terlalu besar akan diketahui oleh pelanggan, bahwa kita mengambil untung sangat besar dari penjualan kredit itu. Harga kredit besar karena mengantisipasi kalau macet karena kemungkinan macet sangat besar. Oleh karena itu administrasi harus rapi.

Usaha ini tentu memiliki prospek yang cerah, karena semua orang perlu berpakaian. Hanya persaingannya juga sangat besar. Kuncinya adalah inovasi untuk memperoleh keunggulan. Oleh karena itu, kalau membeli produk harus pada supplier yang kooperatif dan konsultatif. Disebut konsultatif, karena diharapkan pemasok/supplier dapat memberi saran produk apa yang sedang tren atau yang disukai pembeli. Kooperatif adalah bila pemasok mengijinkan kita untuk dapat menukar barang yang kurang laku dengan barang lain yang lebih cocok. Karena itu disarankan untuk memilih model, pola dan gambar pakaian yang tepat karena sangat menentukan dalam penjualan. Contohnya pola gambar dalam pakaian anak sering mengikuti film yang populer saat ini terutama film kartun. Bila tepat memilih akan cepat laku tetapi ini sangat musiman. Jadi, pandai-pandailah melihat tren sehingga produk yang Anda jual akan laris.

C. TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemanfaatan strategi pemasaran kredit terhadap pemasaran bisnis pakaian.