Menyakitkan ketika kita dihadapkan pada sebuah kenyataan yang sebenarnya tidak kita inginkan.

Ketika kita sudah berusaha untuk mendapatkan keinginan kita itu namun ternyata hasilnya tidak sesuai harapan.

Aku pernah jatuh ke dalam kebimbangan dan rasa putus asa. Ketika aku dihadapkan pada dilema kehidupan asmara.

Aku menyayangi seseorang, aku mencoba berontak namun perasaan itu semakin membuat aku sadar bahwa aku tidak ingin lepas dari dia. Kediaman ku membuat hati ini semakin sakit dan rasanya seperti akan meledak. Tapi aku tak mampu berkata-kata kepadanya. Dia begitu istimewa dimataku,dan hatiku saat itu yakin bahwa hanya dia yang bisa aku sayangi dengan segenap perasaan ku. Namun aku salah perasaan ku kepadanya tak berbalas,

Sakit, kecewa, marah, benci dan putus asa.

Butuh waktu untuk kembali seperti sedia kala.

Perasan ku kepada dirinya terlalu dalam, terlalu tebal unutk aku hapus.

Aku menjerit dengan segala kemunafikan ku

Tapi apalah daya ku aku tidak bisa meraih bintang itu

Setiap kali aku melihatnya perasaan itu kembali muncul di hati ini, aku berusaha, berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa menghilangkannya.

Aku tersadar kegagalan dalam setiap tahap kehidupan membuat kita belajar, membuat kita mengerti bahwa untuk menggapai puncak itu ada prosesnya, ada tahap-tahapannya, ada pengorbanan, ada kerja keras serta ada semangat untuk terus maju dan bangkit menghadapi semua tantangan, setiap kesulitan ada pemecahannya, jangan jadikan itu sebagai alasan untuk berhenti dan menyerah.

Kini aku menyadari dan mulai bisa untuk biasa, karena aku sadar satu hal bahwa cinta tidak harus memiliki. Menyayanginya dengan tulus adalah sebuah cara yang sangat mulia tanpa harus diungkapkan. Kita bisa mencintainya dalam diam, karena perasaan memang tidak bisa dipaksa dan memaksa.