Aku salah satu pengagum berat moto GP, selain karena penggemar fanatik VALENTINO ROSSI, aku juga sangat mengagumi JORGE LORENZO. Pembalap muda ini menurut pendapatku sangat berbakat dan mempunyai talent serta skill diatas rata-rata yang mampu mengimbangi ROSSI seniornya.

Bila ada pembalap motor yang sukses dari segi prestasi sekaligus menghibur, barangkali salah satunya adalah Jorge Lorenzo. Pembalap Spanyol ini dikenal senang tampil nyentrik.

Debut pertama Lorenzo dilakukannya di GP Spanyol 2002. Saat itu, Lorenzo baru terjun di hari kedua (hari Sabtu). Pada hari Jumat, ia masih dilarang membalap karena belum cukup umur.

Tiga tahun melakoni karir di motor kelas ‘capung’ itu, prestasi terbaik Lorenzo yang membalap dengan motor Derbi hanyalah menempati peringkat empat dunia pada tahun 2004.

Lorenzo kemudian naik kelas ke nomor 250 cc pada tahun 2005. Membalap untuk tim Aprilia, Lorenzo kemudian jadi juara dunia pada tahun 2006 dan 2007. Memenangi 17 seri, Lorenzo adalah pembalap Spanyol tersukses di kelas 250 cc. Ia memenangi dua seri lebih banyak dibanding Dani Pedrosa dan Sito Pons.

Ciri khas Lorenzo saat membalap ada pada kesukaanya mengemut permen lolipop. Kebiasaan unik ini ternyata terkait dengan sponsor yang menyokongnya, Chupa Chups.

Setelah memenangi GP Spanyol tahun 2007, Lorenzo membuat selebrasi unik. Pembalap bertinggi 173 cm itu pura-pura tengah bermain gitar, sesuai dengan hobinya, yakni bermusik.

Lorenzo juga dikenal dengan gaya menyalipnya dari sisi luar trek. Karena itu, ia pun mendapat julukan ‘X-Fuera’.

Di tahun 2008 Lorenzo naik step keatas dengan bergabung di balap MotoGP dengan Yamaha, dimana dia berpartner dengan Valentino Rossi di Fiat Yamaha Tim. Kombinasi karakter yang penuh warna, Lorenzo adalah orang yang sangat ceria dan flamboyant yang membuatnya sebagai figure yang popular di depan para fansnya. Para fans menyebutnya ‘X Fuera’..sebagai petarung yang flamboyant.

Lepas tahun 2010 adalah masa keberuntungan baginya, terlebih setelah accident yang terjadi pada rival terberatnya yakni Valentino Rossi, ia sangat mudah melenggang naik ke jajaran terdepan. Rossi sebagai saingan terberatnya nampaknya membuat Jorge banyak menimba ilmu saat mengguntit Rossi selama bergabung bersama dengan Fiat Yamaha. Semua upaya Rossi untuk mensett motor Yamaha M1 menjadi terbaik telah berhasil penuh. “Bukan motor cepat yang saya inginkan,” ujar Rossi, tapi motor yang lincah stabil dan dapat di gunakan dalam kondisi extreme sekalipun, motor balap M1 dapat menjadi motor favoritku selama turun di GP. Lorenzo pun berpendapat sama, perlu jam terbang tinggi untuk dapat nyetting motor balap dengan tehnologi tinggi ini, dengan bergabung di tim papan atas terlebih ada sang juara Dunia, maka saya yakin suatu saat motor yang saya gunakan akan sama dengan motor teratas di kancah MotoGP. Rossi favorite saya dan guru…..ujar Jorge”.

¤ Nama : JORGE LORENZO
¤ Lahir : Palma de Malorca, 4 Mei 1987
¤ Berat Badan : 62 kg
¤ Tinggi : 173 cm
¤ Hobby : Internet, videogames, music
¤ Music favorit : Red Hot Chili Pappers
¤ Affiliation : Atlet
¤ Bidang : MotoGP Rider
¤ Nomor : 99
¤ First GP : Jerez, Spanyol (125 cc) 2002
¤ Prestasi :
– World Championship 250 cc ( 2006,2007)
– Rockie of The Year MotoGP (2008)
¤ Situs resmi :
http://www.lorenzo99.com

http://dhelindworld.blogspot.com/2008/12/riders-biodata.html

http://www.detiksport.com/read/2008/06/08/103724/952301/591/jorge-lorenzo