Sebelum kita membahas hak dan kewajiban warga negara ada baiknya kita ketahui dulu apa itu Negara.

 

NEGARA itu apa siiiihhh ??????

 

Negara adalah satu kesatuan organisasi yang didalamnya terdapat satu kesatuan manusia, wilayah yang permanent, dan memiliki kekuasaan yang mana diatur oleh pemerintahan yang berdaulat serta memiliki ikatan kerja yang bertujuan untuk mengatur dan memelihara segala instrument yang ada pada negara tersebut dengan kekuasaan yang ada.

 

Pada dasarnya berdirinya suatu Negara dikarenakan keinginan manusia yang membentuk suatu bangsa yang memiliki kesamaan ras, bangsa, adat dan sebagainya.

 

Sifat hakikat Negara mencakup hal-hal sebagai berikut :

1.     bersifat memaksa, artinya dimana suatu Negara mempunyai kekuatan fisik secara legal, dan sarananya adalah Polisi, TNI, serta aparat penegak hukum lainnya. Contoh bentuk paksaanya adalah UU perpajakan yang memaksa setiap warga negara untuk membayar pajak, bila melanggar maka akan dikenai sanksi.

2.     bersifat monopoli, misalnya negara dapat mengatakan bahwa aliran kepercayaan atau partai politik tertentu dilarang karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat.

3.     bersifat mencakup semua, artinya perundang-undangan yang berlaku adalah untuk semua orang tanpa terkecuali. Sebab kalau seseorang dibiarkan sendiri bebas dalam ruang lingkupnya, maka usaha negara ke arah masyarakat yang dicita-cita kan akan gagal.

 

Didalam sebuah negara ada suatu instrument yang sangat urgen bagi kelangsungan hidup suatu negara yaitu Warga Negara.

 

Warga negara secara umum adalah anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik dengan negaranya. Warga negara tinggal didalam suatu negara dan mengakui semua peraturan yang terkandung dalam negara tersebut, serta negara tersebut mempunyai ketentuan kepada siapa pun yang akan menjadi warga negaranya.


Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam suatu negara tertentu yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara.

Pasal 30 UUD 1945, tentang hak dan kewajiban warga negara :

1.     Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

2.     Usaha pertahanan negara dilaksanakan melalui system pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

3.     Tentara nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

4.     Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat serta menegakan hukum.

5.     Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara republic Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang.

Adapun dibawah ini adalah beberapa contoh hak dan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia. Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lain tanpa terkecuali. Persamaaan antara manusia selalu dijunjung tinggi untuk menghindari berbagai kecemburuan sosial yang dapat memicu berbagai permasalahan di kemudian hari.

Contoh Hak Warga Negara Indonesia :

1.     Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum

2.     Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak

3.     Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan

4.     Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai

5.     Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran

6.     setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh

7.     Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku.

Contoh Kewajiban Warga Negara Indonesia

1.     Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh

2.     Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)

3.     Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya

4.     Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia

5.     Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik.

 

Jadi seperti yang tertuang dalam pasal 30 UUD 1945 serta contoh diatas yang berisi tentang hak dan kewajiban seorang warga negara, maka didalamnya terdapat makna yang berarti sebagai Warga Negara Indonesia kita sudah seharusnya menyeimbangkan antara hak dan kewajiban kita agar dapat mencapai tingkat masyarakat yang dicita-citakan oleh negara kita. Dan sebagai Warga Negara Indonesia yang baik kita harus terus meningkatkan jiwa nasionalisme yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan negara Indonesia.

 

Sering kita mendengar istilah penduduk “pribumi dan non pribumi” yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Pantaskah isu tersebut dikemukakan ??? Mari kita lihat terlebih dahulu definisi masing-masing.

Penduduk adalah kumpulan manusia yang tinggal di suatu wilayah (Negara, Kota, dan daerah) yang memiliki surat resmi untuk tinggal di daerah tersebut.

Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk/warga apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan. Paspor diberikan oleh negara kepada warga negaranya sebagai bukti identitas yang bersangkutan dalam tata hukum internasional.

Pribumi atau penduduk asli adalah setiap orang yang lahir di suatu tempat, wilayah atau negara, dan menetap di sana. Secara lebih khusus, istilah pribumi ditujukan kepada setiap orang yang terlahir dengan orang tua yang juga terlahir di suatu tempat tersebut. Pribumi memiliki ciri khas, yakni memiliki bumi (tanah atau tempat tinggal yang berstatus hak miliki pribadi).

Sedangkan non-pribumi berarti yang bukan pribumi atau penduduk yang bukan penduduk asli suatu negara.

Bila mengakui bahwa kita semua adalah keturunan Adam dan Hawa, maka kita seharusnya mengerti bahwa mempertentangkan “pribumi” dengan “non-pribumi” adalah pandangan picik karena kita toh satu leluhur, satu nenek moyang.

Sebelum muka bumi ini dipetak-petak oleh yang disebut batas negara, sebelum manusia dibagi-bagi menjadi berbagai kewarganegaraan, adalah umum manusia berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain yang dianggap sesuai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu tak ada yang patut disalahkan ketika nenek moyang kita datang ke Nusantara, sekalipun mungkin ditempat ini sudah tinggal kelompok manusia yang lebih ‘pribumi’ ,yang antara lain keturunannya adalah suku Kubu di Sumatera Selatan.

 

Sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki hak dan kewajiban membangun bangsa ini. Kita wajib menyadarkan sesama kita – bangsa kita bahwa tantangan terbesar yang sedang kita hadapi bukanlah etnis, suku,warna kulit ataupun agama. Bukan juga perbedaan pribumi dan non-pribumi. Tapi hal yang terbesar adalah ketidakadilan, pemiskinan, lunturnya nasionalisme membangun bangsa, dan ancaman hegomoni asing dalam bentuk ekonomi, politik, pertahanan dan multi nasional company. Perjuangan kita adalah untuk mewujudkan sistem pemerintah yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Jadi sebenarnya tidak ada masalah jika penduduk pribumi dan non pribumi tinggal dalam suatu lingkungan yang sama, tergantung kita menyikapinya nanti. Istilah “pribumi dan “non pribumi” sebenarnya diciptakan oleh bangsa penjajah, maka sudah saatnya kita meninggalkan istilah tersebut.

 

Daftar Pustaka

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Pribumi

http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1997/11/21/0051.html

http://nusantaranews.wordpress.com/2008/11/30/pribumi-dan-non-pribumi/